Tampilkan postingan dengan label Designer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Designer. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 September 2013

Sabtu, 28 September 2013

Balmain : Paris Fashion Week Womenswear Spring/Summer 2013


A model walks the runway during Balmain show as part of the Paris Fashion Week Womenswear Spring/Summer 2013 at Grand Hotel Intercontinental on September 26, 2013 in Paris, France.

A model walks the runway during Balmain show as part of the Paris Fashion Week Womenswear Spring/Summer 2013 at Grand Hotel Intercontinental  on September 26, 2013 in Paris, France.
A model walks the runway during Balmain show as part of the Paris Fashion Week Womenswear Spring/Summer 2013 at Grand Hotel Intercontinental  on September 26, 2013 in Paris, France.
A model walks the runway during Balmain show as part of the Paris Fashion Week Womenswear Spring/Summer 2013 at Grand Hotel Intercontinental  on September 26, 2013 in Paris, France.
A model walks the runway during Balmain show as part of the Paris Fashion Week Womenswear Spring/Summer 2013 at Grand Hotel Intercontinental  on September 26, 2013 in Paris, France.
A model walks the runway during Balmain show as part of the Paris Fashion Week Womenswear Spring/Summer 2013 at Grand Hotel Intercontinental  on September 26, 2013 in Paris, France.
A model walks the runway during Balmain show as part of the Paris Fashion Week Womenswear Spring/Summer 2013 at Grand Hotel Intercontinental  on September 26, 2013 in Paris, France.


Source: Pascal Le Segretain/Getty Images Europe

Sabtu, 21 Januari 2012

Roberto Cavalli Luncurkan Koleksi Jam Tangan


Roberto Cavalli kembali akan meluncurkan karya terbarunya. Bukan rangkaian busana, melainkan koleksi jam tangan.

Desainer asa Italia tersebut tidak bekerja sendirian. Bersama perusahaan jam tangan ternama Franck Muller, koleksi jam tangan tersebut diberi nama 'Roberto Cavalli by Franck Muller'.

Koleksi jam tangan tersedia untuk pria maupun wanita. Rangkaian jam tangan yang akan dijual mulai pertengahan Januari 2012 itu, dijual mulai dari harga 1.250 euro hingga 6.000 euro atau sekitar Rp 14 jutaan sampai Rp 70 jutaan.

"Saya selalu sangat terkesan dengan pengerjaan, kualitas, inovasi, gaya dan kreativitas dari Franck Muller Group. Karakteristik ini telah memungkinkan merek tersebut tampil beda," ujar Cavalli seperti yang dikutip dari Female First.

"Dunia kami memiliki banyak kesamaan dan sebagai kolektor jam tangan, saya melihatnya seperti gaun malam. Jam tangan menjelaskan dan mendefinisikan karakter serta pikiran orang yang memakainya," tambah Cavalli.

CEO Roberto Cavalli, Gianluca Brozzetti mendeskripsikan koleksi 'Roberto Cavalli by Franck Muller' sebagai kombinasi modern desainer dengan kemampuan spesial ala Franck Muller.

Source By Wolipop

Rabu, 14 Desember 2011

Ini Dia, Koleksi Baju Terjangkau Karl Lagerfeld


Desainer Chanel, Karl Lagerfeld dilaporkan akan segera merilis koleksi busana terbarunya. Rencananya rangkaian busana terjangkau tersebut akan diluncurkan pada tahun 2012.

Seperti yang dikutip dari Daily Mail, koleksinya itu akan terdiri dari 100 busana wanita yang akan dipamerkan pada Couture Fashion Week di Paris pada 25 Januari 2012. Namun, pihak Karl telah menyebarkan satu buah foto dan video yang menampilkan beberapa koleksi terbarunya itu.

Dalam foto tersebut tampaknya desainer yang berusia 78 tahun itu, tidak ingin terlalu melenceng jauh dari gaya desain yang selama ini ia ciptakan. Palet warna monokrom dengan sedikit abu-abu pun menjadi pilihannya.

Material kulit yang berat diubah menjadi detail kerah pada leher (yang bisa dilepas pasang), kerah lebar pada jaket, hiasan pundak hingga sarung tangan tanpa jari. Di dalam foto tersebut, jaket tanpa lengan berwarna hitam dan putih itu dipadu dengan celana hitam dan atasan metalik yang feminin.

Rangkaian busana terjangkau Karl Lagerfeld ini mendapat inspirasi dari gaya rock 'n' roll namun tetap bisa dikenakan oleh siapa saja. Desainer asal Jerman itu juga membuat gaun dan blouse dari material mewah dan lembut seperti sutera. Selain itu, koleksi Karl ini juga terdiri dari busana harian, mulai dari jeans, rompi, kaus dengan hoodie, celana capri dan terusan backless.

Jika biasanya Karl menjual salah satu koleksi busana Chanel dengan harga 2500 bahkan sampai 20 ribu poundstreling, kini sang desainer benar-benar memangkas harga jualnya untuk koleksi terbaru ini. Rangkaian busana Karl dijual mulai dari harga 50 sampai 300 poundsterling atau sekitar Rp 700 ribuan hingga Rp 4,2 jutaan.

"Ini merupakan selera dan gaya saya sekarang, dan sebuah refleksi dari apa yang saya pikirkan mengenai sejumlah besar orang yang ingin berpakaian belakangan ini. Saya hanya ingin tidak ingin agar bajunya tidak terlalu mahal dan mungkin orang-orang akan menyukainya dan mau memakainya," ujar Karl.

Seluruh koleksi ini akan dijual di situs belanja online, Net-A-Porter dan di situs karllagerfeld.com pada 28 Februari 2011. Meskipun Karl akan meluncurkan koleksi awalnya secara online, ia juga telah memiliki rencana untuk membuka toko dan butik sementara untuk memasarkan koleksi terbarunya itu.

Links :
http://www.wolipop.com/read/2011/12/13/173528/1790301/233/ini-dia-koleksi-baju-terjangkau-karl-lagerfeld

Jumat, 25 November 2011

Stella McCartney Akan Tampil di London Fashion Week 2012


Untuk pertama kalinya, perancang Inggris Stella McCartney akan menampilkan koleksinya di event London Fashion Week (LFW) di Somerset House, London, 18 Februari 2012 nanti. Namun, sesi di LFW ini hanya merupakan presentasi biasa, sedangkan koleksi utamanya (Autumn/Winter 2012/2012) akan diperagakan di event Paris Fashion Week pada 5 Maret 2012.
Langkah Stella untuk tampil di LFW, pertama kalinya selama 16 tahun ini, diprediksi akan mendongkrak keuntungan event ini. Pada tahun-tahun sebelumnya, tampilnya para desainer dalam pekan mode yang lebih besar seperti New York, Milan, atau Paris, akan menentukan kelangsungan hidup sang desainer secara komersial. Nah, meningkatnya profil event di London dengan kehadiran putri pemusik Paul McCartney itu tentu akan menyetarakannya dalam pasar mode.

Tahun depan akan menjadi tahun yang sibuk bagi Stella. Sebagai direktur kreatif Adidas Team GB, perempuan 40 tahun ini juga menyiapkan kostum tim Olimpiade London yang akan berlangsung pada 27 Juli 2012. Pada 26 Januari hingga 14 Februari, selain menggelar presentasi khusus di LFW (seperti telah disebut tadi), Stella juga akan mengadakan pameran World of Stella di Selfridges. Pada event ini juga akan diluncurkan wewangian baru.
Yang juga menunggu giliran tahun depan adalah pembukaan toko kedua Stella McCartney di Brompton Cross, London. Toko ini menampilkan pintu berdampingan yang akan membawa pengunjung pada area childrenswear pertama yang berdiri sendiri.
Stella dikenal sebagai perancang favorit selebriti. Salah satu koleksinya, Octavia dress, sukses meraih perhatian ketika dikenakan oleh aktris Kate Winslet belum lama ini. Gaun tersebut dirancang untuk memberikan ilusi bentuk tubuh perempuan yang lebih ramping berlekuk. Dengan gaun ini, Kate yang bertubuh sintal jadi terlihat lebih langsing. Penggemar Stella lainnya adalah Gwyneth Paltrow, yang juga kerap terlihat mengenakan rancangannya.


Source : Wolipop

Minggu, 18 September 2011

Giles Deacon Berhenti Jadi Desainer Ungaro

img
Dok. Getty Images

Satu setengah tahun yang lalu, rumah mode Ungaro sempat heboh karena Lindsay Lohan direkrut menjadi desainernya. Namun kritikus menilai koleksinya sangat buruk sehingga kemudian digantikan oleh desainer Inggris, Giles Deacon.

Giles kemudian memeragakan rancangan pertamanya untuk Ungaro di pekan mode Paris Spring/Summer 2011. Namun kemarin (15/09/11), Desainer Giles Deacon memutuskan berhenti menjadi desainer untuk rumah mode Ungaro.

Dikutip dari fashionista dan femalefirst, sang desainer dan rumah mode tersebut memutuskan untuk mengakhiri kerjasama mereka atas dasar 'keputusan bersama'. Bisa dipastikan koleksi Fall/Winter 2011 menjadi koleksi terakhir Giles untuk Ungaro. Selanjutnya, koleksi Spring/Summer 2011 yang akan diperagakan tiga minggu lagi di Paris akan menjadi milik tim desain Ungaro.

Jeffry M. Aronsson, CEO Ungaro yang baru, menambahkan sedikit pernyataan tentang koleksi terbaru yang akan dipergakan nanti, "Emanuel Ungaro mencerminkan DNA yang sangat kaya dan kuat, yang mana perusahaan akan menampilkannya dengan semangat modern."

Jika diingat kembali beberapa musim silam, ketika Giles Deacon ditunjuk menggantikan duo desainer Estrella Archs dan Lindsay Lohan, ia masih sangat antusias. Iapun berkata, "Jelas saya tidak ingin mengabaikan lini pribadi saya, tapi saya suka segala sesuatu yang sangat feminin, dengan print yang menakjubkan, kualitas terbaik, potongan yang tidak biasa. Semua hal itu saya sukai dari dunia desain fashion. Yang mana akan saya persembahkan untuk wanita Ungaro."

Rumah mode Ungaro sendiri memiliki portfolio yang cukup mengesankan dalam merekrut desainer. Sebut saja Giambatista Valli, Peter Dundas, Vincent Darre, Esteban Cortazar, hingga Lindsay Lohan dan Estrella Archs. Namun entah mengapa pergantian desainer di rumah mode ini terjadi begitu cepat dari musim ke musim.

Gosip pun tersiar bahwa kepergian Giles Deacon dari Ungaro yang mendadak ini disebabkan karena ia akan menggantikan Marc Jacobs di Louis Vuitton (mengingat Marc Jacobs juga dikabarkan akan pindah ke rumah mode Dior). Namun sampai saat ini, pihak dari Giles Deacon belum memberikan komentar apa pun akan pengunduran dirinya.(Wolipop.com)

Rabu, 14 September 2011

Victoria Beckham Rilis Lini Busana Harga Terjangkau

img
ist.


Victoria Beckham meluncurkan lini busana terbarunya. Berbeda dengan lini sebelumnya, kali ini Victoria mengklaim koleksinya tersebut lebih terjangkau.

Sebagian besar, rangkaian busana milik ibu empat anak itu banyak dikenakan selebriti ternama saat tampil di atas red carpet. Sayangnya, busana-busana karya Victoria dijual dengan harga yang cukup fantastis, yaitu 3000 poundsterling atau sekitar Rp 41 juta untuk satu buah terusan.

Sepertinya Victoria tidak ingin pelanggannya hanya berasal dari kalangan artis saja. Jadi wanita berusia 37 tahun itu memutuskan untuk merilis koleksi busana dengan harga yang lebih terjangkau.

Lini busana yang diluncurkan pada musim semi 2012 tersebut bernama 'Victoria by Victoria Beckham'. Untuk harga, istri David Beckham itu menjualnya dengan harga mulai dari 375 hingga 995 poundsterling atau sekitar Rp 5,1 juta hingga Rp 13 juta.

Lini 'Victoria by Victoria Beckham' mendapat inspirasi dari tokoh komik bernama 'Emily The Strange'. Menurut penyanyi yang beralih profesi menjadi desainer ini, Emily memiliki gaya berbusana ala tahun 60-an yang menyegarkan dan sangat girly.

"Ini merupakan koleksi paling girly yang pernah saya buat. Baju musim panas yang sempurna harus menyenangkan, mudah dikenakan, dan cocok dipakai baik siang maupun malam hari," ujar Victoria, seperti yang dikutip dari Daily Mail.

Mantan personel 'Spice Girls' itu juga menambahkan,"Saya membuat desain ini untuk semua tipe bentuk tubuh dan ukuran wanita, serta untuk orang yang ingin mengenakan pakaian tidak ketat dan berstruktur. Selain itu, koleksi saya ini sangat nyaman dikenakan sehari-hari. Anda bisa memadukannya dengan sepatu flat atau sepatu hak tinggi." (Wolipop.com)

Selasa, 28 Juni 2011

35 Tahun Ramli Berkaya di dunia fashion Indonesia

 
 
 
 
 
 
TAHUN ini, Ramli genap 35 tahun berkarya di dunia rancang busana. 
Sebagai bentuk rasa syukurdesainer ramah ini akan menggelar peragaan busana sekaligus meluncurkan buku.

Ramli memang berbeda dengan desainer lainnya. Selain memiliki kreativitas tinggi, desainer yang satu ini mempunyai semangat juang yang tinggi untuk terus menyalurkan hobinya di bidang rancang busana, sekalipun dalam kondisi sakit.

Itulah yang terlihat pada sosok Ramli sekarang. Di tengah masa pemulihan setelah divonis dokter menderita penyakit kanker usus stadium empat, Direktur PT Ram Sarwigo ini masih berpikir keras membuat pergelaran busana di tiga negara, Indonesia, Jerman, dan Belanda.

“Saya tetap ingin berkarya, meski kondisi tubuh sedang sakit. Saya pun senang melakukan hal ini,” kata Ramli saat berbincang dengan okezone di kediamannya Jalan Semarang No. 1, Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Tentu saja pria kelahiran Jakarta, 1 Novemner 1954 ini tidak sendirian dalam bekerja. Ia dibantu tim khusus yang dipercaya bisa menyelenggarakan ajang pergelaran busana di tiga negara berlangsung sukses.

“Tadinya saya hanya menggelar peragaan busana di Den Haag dan Hamburg. Tapi saya ingin juga para pencinta mode di Tanah Air bisa melihat karya-karya saya yang akan ditampilkan di Den Haag dan Hamburg. Makanya di Indonesia saya buat pre-event,” kata Ramli, semangat.

Desainer supel ini mengaku, tercetusnya lokasi peragaan busana di Den Haag dan Hamburg karena ide spontan yang diungkapkan pada para sahabatnya.

“Saya waktu itu berhubungan sama teman-teman lewat telepon dan mengaku ingin sekali menggelar peragaan busana di Den Haag. Mereka pun menyabutnya dengan senang hati. Kebetulan juga, saya diberitahu bahwa Nonny Chirilda (model senior yang kini tinggal di Jerman dan dulu sering memeragakan koleksi Ramli) sedang di Indonesia, sehingga tercetuslah keinginan memilih Hamburg sebagai lokasi peragaan busana,” kenangnya.

Untuk ajang pre-event, Ramli memilih Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan sebagai lokasi penyelenggaraan peragaan busana.

“Pergaan busana dihelat pada Kamis, 30 Juni 2011 Saat itu, saya juga akan meluncurkan buku ‘Ramli 35 Tahun Berkarya’,” tutupnya.


Sc : OkeZone

Minggu, 26 Juni 2011

Jakarta-Kuala Lumpur-Dubai Sebagai Pusat Mode Islami Tak Hanya Mimpi

LAYAKNYA pusat mode dunia yakni London-Paris-New York, begitulah target Islamic Fashion Festival mengepakkan sayapnya. Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, pencapaian visi tersebut bukanlah sekadar mimpi.

Jika dunia mode kontemporer memiliki kiblat internasional, pun demikian dengan busana muslim. Selama ini, semua insan mode menjadikan London-Paris-New York sebagai titik acuan mode dunia. Namun hal tersebut hanya berlaku untuk busana kontemporer, sementara busana muslim secara global belum memiliki kiblat khusus. Untuk itulah, perhelatan IFF digelar tiap tahunnya.

Selain menyelenggarakan ajang di Kuala Lumpur, sebagai negara penggagas yang dikomandani oleh Dato' Raja Rezza Shah, IFF bersafari mengadakan show di berbagai negara, khususnya negara-negara yang memiliki penduduk muslim terbesar seperti Indonesia atau Malaysia.

"Awal Juni kemarin kami baru saja mengadakan show di Singapura, kemudian lanjut di Bandung, serta direncanakan awal bulan depan melanglang ke Astana, Kazakhstan, dan pada 15 Juli besok di London," kata Dato' Raja Rezza Shah saat konferensi pers di hotel Grand Royal Panghegar, Bandung, Sabtu (25/6/2011).

Ya, langkah tersebut merupakan bagian dari misi IFF yang ingin menjadikan pusat mode busana muslim. Ditegaskan Dato' Rezza, hal tersebut bukanlah sekadar mimpi.

Sejak diselenggarakan pertama kali pada 2006 lalu di Kuala Lumpur, IFF pun telah sukses menyelenggarakan show di Abu Dhabi, Dubai, Jakarta, Monte Carlo, New York dan Singapura. Dalam perhelatan tersebut, tak kurang dari 250 desainer dari berbagai latar dan religi turut andil di dalamnya.

"Sejak blue print perdana pascatragedi 11 September, kami selalu responsif menciptakan perkembangan lewat event IFF. Namun semuanya tentu membutuhkan proses yang tidak sebentar," imbuhnya.

Lebih lanjut Dato' Rezza mengungkapkan, urusan pagelaran IFF tidak hanya menyangkut promosi mode semata tapi juga menyentuh ranah ekonomi dan bisnis. Menurutnya, untuk menjadi industri tentu dibutuhkan demand. Dan penciptaan 'demand' ini membutuhkan waktu.

"Busana muslim memang sudah lama diciptakan tapi jarang dikomersilkan. Itulah yang ingin kami wujudkan," tandasnya.

Sebagai penggagas IFF, Dato' Rezza pun memiliki target-target khusus dalam pencapaian ajang yang dihelatnya tersebut.

"Untuk lima tahun pertama, kami fokus dengan pengenalan dimana harapannya adalah busana muslim dapat dikenal masyarakat luas. Jadi, kerja keras kami masih panjang terutama untuk meng-create demand agar industri ini bisa berkembang serta orang non muslim mau menggunakan busana muslim," tutupnya.

Sc : OkeZone