Tampilkan postingan dengan label Milan Fashion Week. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Milan Fashion Week. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Februari 2012

milan Fashion week on catwalk




Inspirasi Gaya Maskulin Emilio Pucci di Milan Fashion Week











 Koleksi musim dingin Pucci di tangan desainer Peter Dundas kali ini tidak bergaya hippies seperti biasanya. Karya-karyanya terinspirasi dari model bernama Vibeke Knudsen yang sempat terkenal di tahun '70an.

Sebuah foto dari sang model mengenakan setelan jas YSL yang difoto oleh Helmut Newton diterjemahkan kembali menjadi koleksi elegan yang bergaya maskulin dan glamor ala tempo dulu. Hal ini menjadi benang merah dimana banyak sekali tampilan busana pria terkesan ditonjolkan.

Bukan berarti ia mengulang desain yang sudah ada di masa lalu, namun ia juga menciptakan siluet baru yang tak kalah menarik. Contohnya adalah gaun hitam klasik yang diaplikasikan kain-kain sifon hingga gaun menyerupai kaos namun transparan di bagian punggung ditambah aplikasi kulit croco.

Adapula blazer putih yang dikenakan model Joan Smalls dikombinasikan dengan atasan halter berpayet. Ada sentuhan maskulin, namun juga feminin dan perpaduan seperti ini tidak biasa dilakukan.

Saat diwawancara Peter Dundas mengatakan bahwa untuk koleksi ini, ia meminjam para penjahitnya di lini koleksi pria untuk menciptakan setelan jas wanita yang presisi dan gaun wanita yang lebih konstruktif layaknya busana pria.





links : 
http://wolipop.detik.com/read/2012/02/28/163519/1853706/233/inspirasi-gaya-maskulin-emilio-pucci-di-milan-fashion-week

Senin, 27 Februari 2012

Sisi Gelap Glamor ala Gucci di Milan Fashion Week F/W 2012

Gucci mengundang Wolipop untuk menyaksikan koleksi busana wanita Fall/Winter 2012 yang bertempat di Piazza Oberdan 2/B, Milan, Italia. Show yang memiliki kapasitas audiens yang cukup besar ini selalu paling banyak menyedot audiens mancanegara. Tak heran banyak terlihat editor dan tamu terlihat berdiri saat menyaksikannya.

Desainer Frida Giannini yang ditemui di belakang panggung saat acara berlangsung mengatakan bahwa koleksi kali ini adalah romantis. Kata kunci ini lantas jangan diasosiasikan dengan romantis yang 'imut-imut', melainkan glamor, vintage serta penuh percaya diri.

Memulai peragaan, tampilan gaya serba hitam yakni jaket hitam berkancing emas, rok panjang bahan velvet dengan sarung tangan kulit warna hitam terlihat begitu powerful di badan model Kasia Struss.

Sentuhan vintage terlihat dari penggunaan kacamata lensa gradasi frame bulat ala John Lennon. Dan bila diperhatikan boots open-toe nampaknya akan populer di musim dingin mendatang, yakni bulan Juli hingga Desember tahun ini.

Sentuhan romantis datang dari blouse yang cenderung transparan dengan model lengan yang melebar dan menggelepai di ujungnya. Ditunjang oleh rok motif floral yang dibungkus sutra tipis warna hitam.

Aura glamor ultra seksi ditampilkan dari seri gaun panjang transparan dengan detail aplikasi floral dan dedaunan dalam warna yang sama, yakni hitam. Gaun dengan belahan tinggi yang menampilkan kaki jenjang para model nampak begitu sensual dengan pemakaian stocking hitam. Untuk pilihan, koleksi Gucci kali ini juga banyak disominasi warna hijau turqoise dan merah marun.



LINKS BY 
http://wolipop.detik.com/read/2012/02/26/120339/1851714/233/sisi-gelap-glamor-ala-gucci-di-milan-fashion-week-f-w-2012

Busana Ringan Melambai Bottega Veneta di Milan Fashion Week

Peragaan Bottega Veneta di pekan mode Milan selalu selektif akan undangan, karena keterbatasan tempat duduk hingga eksklusivitas yang dipertahankan. Rumah mode yang dinahkodai desainer Tomas Meier ini juga menyiarkan tren yang sulit diprediksi.

Dalam koleksi musim dingin kali ini, dikatakan bahwa siluet baju 'kebesaran dan berlebihan' akan jadi tren satu musim ke depan. Namun hal ini dipatahkan oleh sang desainer di sebuah wawancara. "Lebih tepatnya ringan melambai," ujar Meier.

Agar koleksinya tidak terkesan monoton, Tomas menggunakan teknik print dan bordir untuk memaksimalkan figur ringan melambai yang dimaksud. Gaun malam panjang dengan bustier hitam dirancang menggunakan teknik jahit ala era Nouveau tahun '40an.

Ada sentuhan tailoring (teknik jahit klasik) yang kental terasa di sepanjang koleksi diperagakan di Milan Fashion Week, Sabtu (25/2/2012). Gaun mantel dengan sentuhan grafis di pinggir busana, hingga siluet pinggang kecil rok lebar yang diremajakan kembali.

Perpaduan sweater rajut dengan blus model peplum yang bervolume tampaknya akan jadi tren untuk musim mendatang. Begitupula dengan gaun berlapis multiwarna yang akan membuat wanita terlihat ultra feminin.





LINKS :
http://wolipop.detik.com/read/2012/02/27/145937/1852553/233/busana-ringan-melambai-bottega-veneta-di-milan-fashion-week?w993302233

Sabtu, 24 September 2011

how Gucci dan Prada di Milan Fashion Week 2011





Fashion show dari Gucci membuka event Milan Fashion Week, Rabu (21/9/2011) lalu. Direktur kreatif rumah mode Italia ini, Frida Giannini, menampilkan beberapa koleksi lama maupun untuk spring/summer 2012.
Gucci banyak memperlihatkan gaun malam dengan tekanan pada garis pinggul, gaun berumbai-rumbai yang dihiasi sequin emas dalam motif bernuansa Art Deco. Giannini memilih palet warna hitam, putih, emas, hijau, dan oranye. Warna-warna ini tampak dalam atasan, rok, dan celana panjang bermotif jumbai dan kuda yang pernah digunakannya.

Tak seperti suasana peragaan busana pada umumnya, runway diseting dengan nuansa gelap dan moody, supaya perhatian tamu undangan tertuju hanya pada koleksi yang diperagakan, dan bukannya siapa saja yang hadir. Namun di front row terlihat, Franca Sozzani (pemimpin redaksi Vogue Italia), Carine Roitfeld (mantan editor Vogue Perancis), Francois-Henri Pinault (CEO PPR, pemilik berbagai brand mewah), Anna Dello Russo (konsultan kreatif Vogue Jepang), serta John Legend dan kekasihnya, Christy Teigen.
Milan Fashion Week, yang akan berlangsung selama enam hari, menampilkan 73 label fashion dengan nama-nama perancang high-end seperti Giorgio Armani, Missoni, Roberto Cavalli, Dolce & Gabbana, Alberta Ferretti, dan Prada.

Alberta Ferretti, perancang Italia berusia 61 tahun, memamerkan banyak rancangan yang menggunakan bahan tembus pandang. Seperti juga banyak label lain yang tampil di pekan mode selama dua minggu terakhir, koleksi spring/summer 2012 Ferretti terinspirasi dari era '20-an, dengan motif Art Deco-nya. Namun tak seperti Gucci, gaun-gaun Ferretti yang sepanjang betis dan pergelangan kaki memilih warna-warna yang lebih cerah bagai pelangi.

Baju-baju rajutan juga mencuri perhatian dalam show-nya, begitu pula tas-tas dan anting dengan aksen rumbai yang tampak serasi dengan motif bertema hutan pada gaunnya. Secara keseluruhan, koleksinya terasa begitu feminin dan menyenangkan.

Selain menggunakan model profesional, Ferretti juga menghadirkan model-model muda dari kalangan selebriti. Dalam show-nya di New York Fashion Week, Rabu (14/9/2011) lalu, putri aktris Andie MacDowell, Sarah Margaret Qualley (16) melenggang dalam debutnya di atas catwalk, disaksikan sejumlah selebriti seperti Emma Roberts, Amanda Hearst, Patricia Clarkson.
Show yang termasuk paling ditunggu-tunggu adalah Prada, yang mengangkat tema Donna e Motori (perempuan dan mobil), Kamis (22/9/2011) lalu. Cucu termuda Mario Prada (pendiri rumah mode Prada), yaitu Miuccia Prada, membuktikan bahwa motif mobil ternyata bisa membuat gaun-gaun rancangannya tetap feminin berkat pilihan warna-warna permennya.

"Saya mencoba membuat koleksi yang manis, karena kata itu terasa tabu. Kenapa perempuan harus menjadi begitu agresif?" tukas perempuan bergelar PhD dalam Ilmu Politik ini.

Rancangannya sendiri dipengaruhi era '50-an, dengan motif-motif mobil Cadillac dan nyala api. Motif mobil muncul dalam aplikasi kulit pada rok maupun clutch bag, serta dalam motif pada atasan berbahan katun dan blus tanpa lengan. Sedangkan aksen kobaran api tak hanya tampak pada motif gaun, tetapi juga detail pada stiletto yang dikenakan para modelnya.

Begitu kuatnya brand ini, sehingga Miuccia dikabarkan tak membutuhkan selebriti untuk menghadiri peragaannya. Beberapa tamu terkenal yang hadir antara lain Anna Wintour (pemimpin redaksi Vogue Amerika), Anna Dello Russo, Grace Coddington (direktur kreatif Vogue Amerika), dan arsitek Rem Koolhaas.

Koleksi Prada disebut-sebut sukses membuat para tamu begitu antusias. Koleksinya segar, baru, menyenangkan, serta cerdas dalam memadumadankan bahan lembut dan keras. Yang lebih penting lagi, gaun-gaun koleksinya sangat ready to wear. ( The Daily Mail)