Tampilkan postingan dengan label Hot News Fashion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hot News Fashion. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2012

Mariacarla Boscono for Yves Saint Laurent


Mariacarla Boscono
Ad Campaign: Yves Saint Laurent
Season: Spring Summer 2012 
Model: Mariacarla Boscono |Women Model Mgmt, Viva Paris|
Photography by David Sims
Italian supermodel Mariacarla Boscono takes on a fashion version of Édith Piaf for David Sim's Yves Saint Laurent campaign shoot. There's more of this first look after the jump:

Senin, 30 April 2012

Look, Isabel Marant Designed a Watch



According to a press release, Isabel Maranthas come out with a limited-edition gold watch and matching gold and leather bracelet, both sold exclusively at her Soho store. Prepare for editors to fall all over themselves in a mad stampede to get these.

Issey Miyake Won the Design Museum of London’s Coveted Fashion Prize



The designer and his studio's origami-inspired "132 5." collection took the top honor over some serious competition, including Sarah Burton's wedding gown for the Duchess of Cambridge, the "Alexander McQueen: Savage Beauty" Costume Institute exhibit, Mary Katrantzou's fall 2011 collection, Celine fall 2011, Suno spring 2011, Vivienne Westwood's "Ethical Fashion Africa Collection" for fall 2011, and Melissa + Gaetano's Pesce boot and flip-flop.

Senin, 19 Maret 2012

British Tailors Object to Abercrombie & Fitch’s Prospective Store on Savile Row


High-end tailors on London’s prestigious Savile Row might be invaded! And by “brash Americans” to boot. Retail chain Abercrombie & Fitch recently submitted plans to take over a space on the Row for a children’s wear store, and the proposal is proving unpopular. In interviews with British newspaper The Guardian, other Savile Row tenants explain their anti-A&F stance — seemingly borne out of a fear of competition, a fear of tourists, and a touch of quintessential British snobbery.

A Gieves & Hawkes spokesperson told the local council — responsible for granting (or denying) planning permission — Abercrombie’s presence would be “totally out of character” for the street, and a representative from H. Huntsman & Sons suggested Savile’s safety could be compromised, somehow, by small children in their overtly branded preppy stripes and slogans. The snarkiest argument came from an anonymous tailor, worried that, “a chain store selling crappy clothes to ghastly people isn’t really the direction in which we [on Savile Row] should be travelling.” Why can’t they just keep things civil/Savile?(Groan.)

Agyness Deyn to Design a Collection for Dr. Martens



Agyness Deyn will design a capsule collection of clothing, shoes, and accessories for British apparel brand Dr. Martens, set to drop in stores this fall. Having starred in the brand’s last two seasonal ad campaigns, Deyn says this new collaboration with the label is “a great fit for me, as [Dr. Martens] stands for strong character and being able to shape your own personal identity.”


Links http://nymag.com/daily/fashion/2012/03/agyness-deyn-to-design-a-collection-for-dr-martens.html

Rabu, 29 Februari 2012

Inspirasi Gaya Maskulin Emilio Pucci di Milan Fashion Week











 Koleksi musim dingin Pucci di tangan desainer Peter Dundas kali ini tidak bergaya hippies seperti biasanya. Karya-karyanya terinspirasi dari model bernama Vibeke Knudsen yang sempat terkenal di tahun '70an.

Sebuah foto dari sang model mengenakan setelan jas YSL yang difoto oleh Helmut Newton diterjemahkan kembali menjadi koleksi elegan yang bergaya maskulin dan glamor ala tempo dulu. Hal ini menjadi benang merah dimana banyak sekali tampilan busana pria terkesan ditonjolkan.

Bukan berarti ia mengulang desain yang sudah ada di masa lalu, namun ia juga menciptakan siluet baru yang tak kalah menarik. Contohnya adalah gaun hitam klasik yang diaplikasikan kain-kain sifon hingga gaun menyerupai kaos namun transparan di bagian punggung ditambah aplikasi kulit croco.

Adapula blazer putih yang dikenakan model Joan Smalls dikombinasikan dengan atasan halter berpayet. Ada sentuhan maskulin, namun juga feminin dan perpaduan seperti ini tidak biasa dilakukan.

Saat diwawancara Peter Dundas mengatakan bahwa untuk koleksi ini, ia meminjam para penjahitnya di lini koleksi pria untuk menciptakan setelan jas wanita yang presisi dan gaun wanita yang lebih konstruktif layaknya busana pria.





links : 
http://wolipop.detik.com/read/2012/02/28/163519/1853706/233/inspirasi-gaya-maskulin-emilio-pucci-di-milan-fashion-week

Senin, 27 Februari 2012

Sisi Gelap Glamor ala Gucci di Milan Fashion Week F/W 2012

Gucci mengundang Wolipop untuk menyaksikan koleksi busana wanita Fall/Winter 2012 yang bertempat di Piazza Oberdan 2/B, Milan, Italia. Show yang memiliki kapasitas audiens yang cukup besar ini selalu paling banyak menyedot audiens mancanegara. Tak heran banyak terlihat editor dan tamu terlihat berdiri saat menyaksikannya.

Desainer Frida Giannini yang ditemui di belakang panggung saat acara berlangsung mengatakan bahwa koleksi kali ini adalah romantis. Kata kunci ini lantas jangan diasosiasikan dengan romantis yang 'imut-imut', melainkan glamor, vintage serta penuh percaya diri.

Memulai peragaan, tampilan gaya serba hitam yakni jaket hitam berkancing emas, rok panjang bahan velvet dengan sarung tangan kulit warna hitam terlihat begitu powerful di badan model Kasia Struss.

Sentuhan vintage terlihat dari penggunaan kacamata lensa gradasi frame bulat ala John Lennon. Dan bila diperhatikan boots open-toe nampaknya akan populer di musim dingin mendatang, yakni bulan Juli hingga Desember tahun ini.

Sentuhan romantis datang dari blouse yang cenderung transparan dengan model lengan yang melebar dan menggelepai di ujungnya. Ditunjang oleh rok motif floral yang dibungkus sutra tipis warna hitam.

Aura glamor ultra seksi ditampilkan dari seri gaun panjang transparan dengan detail aplikasi floral dan dedaunan dalam warna yang sama, yakni hitam. Gaun dengan belahan tinggi yang menampilkan kaki jenjang para model nampak begitu sensual dengan pemakaian stocking hitam. Untuk pilihan, koleksi Gucci kali ini juga banyak disominasi warna hijau turqoise dan merah marun.



LINKS BY 
http://wolipop.detik.com/read/2012/02/26/120339/1851714/233/sisi-gelap-glamor-ala-gucci-di-milan-fashion-week-f-w-2012

Busana Ringan Melambai Bottega Veneta di Milan Fashion Week

Peragaan Bottega Veneta di pekan mode Milan selalu selektif akan undangan, karena keterbatasan tempat duduk hingga eksklusivitas yang dipertahankan. Rumah mode yang dinahkodai desainer Tomas Meier ini juga menyiarkan tren yang sulit diprediksi.

Dalam koleksi musim dingin kali ini, dikatakan bahwa siluet baju 'kebesaran dan berlebihan' akan jadi tren satu musim ke depan. Namun hal ini dipatahkan oleh sang desainer di sebuah wawancara. "Lebih tepatnya ringan melambai," ujar Meier.

Agar koleksinya tidak terkesan monoton, Tomas menggunakan teknik print dan bordir untuk memaksimalkan figur ringan melambai yang dimaksud. Gaun malam panjang dengan bustier hitam dirancang menggunakan teknik jahit ala era Nouveau tahun '40an.

Ada sentuhan tailoring (teknik jahit klasik) yang kental terasa di sepanjang koleksi diperagakan di Milan Fashion Week, Sabtu (25/2/2012). Gaun mantel dengan sentuhan grafis di pinggir busana, hingga siluet pinggang kecil rok lebar yang diremajakan kembali.

Perpaduan sweater rajut dengan blus model peplum yang bervolume tampaknya akan jadi tren untuk musim mendatang. Begitupula dengan gaun berlapis multiwarna yang akan membuat wanita terlihat ultra feminin.





LINKS :
http://wolipop.detik.com/read/2012/02/27/145937/1852553/233/busana-ringan-melambai-bottega-veneta-di-milan-fashion-week?w993302233

Senin, 13 Februari 2012

New York Fashion Week 2012


New York Fashion Week yang baru saja dimulai pekan ini diwarnai insiden gaun melorot. Gara-gara peristiwa itu, payudara seorang model ngintip saat dia beraksi di catwalk.

Insiden gaun melorot itu terjadi dalam show desainer Gemma Kahng. Seperti dikutip Daily Mail, saat berlenggak-lenggok di catwalk, gaun sequin bertali yang dipakai seorang model melorot.

Model yang berambut panjang itu rupanya tidak sadar kalau gaunnya membuat payudaranya sedikit terlihat. Dia tampak terus berjalan lurus ke depan tanpa berusaha membenarkan gaunnya yang melorot.

Tapi akhirnya model tersebut sadar juga gaunnya melorot. Dia pun berusaha sedikit memperbaikinya, hingga payudaranya kembali tertutup.

Insiden gaun melorot ini memang biasa terjadi dalam fashion show. Para model harus siap mengalami kejadian yang bagi orang umum, tentu memalukan.

Source By Wolipop.com

Minggu, 12 Februari 2012

Kate Middleton Singkirkan Lady Gaga dari Peta Fesyen

ISTRI Pangeran William Kate Middleton dan adiknya Pippa Middleton kini telah menduduki posisi sebagai orang-orang yang berpengaruh di dunia fesyen. Mereka bahkan menyingkirkan Lady Gaga dari urutan teratas peta fesyen internasional.

The Global Language Monitor (GLM) yang melacak berbagai media cetak dan elektronik memindai kata-kata dan frase "The Duchess Effect". Ternyata, kata itu paling banyak dicari oleh pembaca selama 2012. Pengaruh ini juga terlihat saat New York memulai Mercedes Benz Fashion Week dan pesta-pesta selebritas.

Kate Middleton dan Pippa telah membuat gebrakan saat menjadi pengantin dan pengiring pengantin. Otomatis banyak pengamat mode yang juga memberikan perhatian kepada keduanya. Selain cantik, mereka juga anggun dan mampu memilih busana mereka secara baik dan tetap gaya.

Kate bahkan dapat memengaruhi penjualan gaun atau sweater dalam kurun waktu 24 jam dari toko ritel atau acara-acara. Gayanya yang sangat feminim ternyata sangat digilai oleh perempuan di dunia. (Reuteurs / Metrotv)

Links :
http://www.metrotvnews.com/read/newssubcat/2012/02/10/81452/12/923/Kate-Middleton-Singkirkan-Lady-Gaga-dari-Peta-Fesyen

Sabtu, 11 Februari 2012

Patti Stanger Wants to Set Up Marc Jacobs and Tom Ford

Patti Stanger did some fantasy fashion-world matchmaking before she took to the runway at last night’s Heart Truth Red Dress Fashion Show. First up: Marc Jacobs.  “If I could put him, and oh my God, let me think for a second. Tom Ford. That’s a fit. Is Tom Ford and Marc Jacobs a fit? 'Cause they both have those muscles and ripped bodies. And they both look straight. I’d date ‘em. They’re both gorgeous. And I didn’t mean that as a generalization, and don’t you gay people get all snippy with me. I meant that as a compliment!” Patti, it turns out, has a personal connection. “Daniel, my ex, is cousins with Marc Jacobs, from Massachusetts.”
Now, try to imagine Tom Ford getting “snippy.” (http://nymag.com)

Isaac Mizrahi Stands Up for Karl Lagerfeld

Isaac Mizrahi showed some designer solidarity last night, standing up for Karl Lagerfeld after recent criticism over his calling Adele "a little too fat." "Icons are people too. They're allowed to express themselves too. If that's really what he thinks, then he's allowed to say that," Mizrahi said at the QVC runway show. "I'm serious, because someone has to defend people like Karl Lagerfeld. We have to defend Karl Lagerfeld's rights!" (http://nymag.com)

Sabtu, 21 Januari 2012

Marc Jacobs Tempel Kaki Model ke Sepatu dengan Lem

Ada-ada saja ulah Marc Jacobs demi menghindari para modelnya jatuh saat berjalan di atas catwalk. Ia dikabarkan merekatkan sepatu pada kaki model dengan menggunakan lem.

Sang direktur kreatif Louis Viutton tersebut, tampaknya ingin peragaan busananya berjalan sesuai rencana. Marc tidak ingin mengambil risiko model terjatuh, seperti pada peragaan busana Marc by Marc Jacobs pada 2010 lalu.

Majalah The Sunday Times melaporkan bahwa pada peragaan busana Louis Vuitton Spring/Summer 2012, Marc sengaja merekatkan sepatu pada kaki para model menggunakan lem khusus rambut palsu. Hal ini agar sang model tidak terjatuh dan menyebabkan sepatu lepas dari kakinya.

Cara itu mungkin terdengar mengerikan, terutama memikirkan bagaimana sulitnya para model melepaskan kaki mereka dari sepatu saat usai peragaan. Namun menurut Daily Mail, tidak ada satu pun model yang mengeluh atauh bahkan komplain mengenai cara ekstrim Marc.

Momen jatuhnya para model begitu dihindari oleh para desainer. Menurut para desainer, hal tersebut bisa membuat media lebih memilih membahas kejadian 'memalukan' itu ketimbang membicarakan koleksi busana mereka.


Source By Wolipop

Selasa, 20 Desember 2011

Senang di LV, Marc Jacobs Tak Pindah ke Dior

Setelah cukup lama diam perihal rencana kepindahannya ke Dior, Marc Jacobs akhirnya angkat bicara. Ia pun menyatakan tidak akan menggantikan posisi mantan desainer Dior, John Galliano.

Beberapa bulan lalu, nama Marc Jacobs diklaim oleh seorang sumber sebagai kandidat paling kuat pilihan Bernard Arnault, pemimpin grup LVMH, perusahaan induk Dior, sebagai pengganti Galliano. Bahkan desainer berusia 48 tahun itu, dikabarkan akan mendapat gaji minimal sebesar US$ 10 juta atau sekitar Rp 86 miliar dan juga beberapa bonus, jika akhirnya menjabat sebagai desainer Dior.

Namun semua kabar itu tampaknya terbantahkan. Melalui wawancara yang dilakukan oleh majalah Vogue, Marc menjelaskan bahwa dirinya merasa senang dengan menjadi desainer untuk Louis Vuitton dan belum akan meninggalkan rumah mode itu untuk Dior.

"Saya berada di Vuitton, dan saya sangat bahagia berada di sana. Saya telah mengatakan hal itu dalam waktu yang lama. Ada percakapan 'on-and-off' mengenai Dior. Saya tidak tahu, mungkin suatu hari nanti, di masa yang akan datang, mungkin satu tahun dari sekarang, saya mungkin akan berkerja untuk tempat lain, mungkin Dior. Tapi sekarang saya berada untuk Vuitton dan yang terpenting adalah di mana saya berada dan akan terus melakukan apa yang saya kerjakan," ujar Marc Jacobs, seperti yang dikutip dari Styleit.

Dalam wawancara tersebut Marc menyebutkan bahwa menciptakan karya adibusana (couture) adalah bukan pilihannya. Sedangkan Dior merupakan rumah mode yang identik dengan koleksi busana couture-nya. Mungkinkah ini yang menjadi alasan Marc menolak untuk gantikan John Galliano?

"Tantangan terbesar saya adalah melakukan sesuatu yang lebih baik dari yang sudah kami kerjakan pada musim sebelumnya. Ide untuk melakukan couture bukanlah pilihan saya. Itu kuno, menurut opini saya. Maksudnya, saya sangat tertarik pada keahlian di balik pembuatan busana couture. Tapi saya bisa mengeksplorasinya dalam koleksi siap pakai," jelas desainer asal Amerika tersebut.

Links Source :
http://www.wolipop.com/read/2011/12/19/135921/1794563/233/senang-di-lv-marc-jacobs-tak-pindah-ke-dior

Minggu, 18 Desember 2011

Oscar de la Renta Akan Rilis Busana Anak Mewah

Belakangan ini semakin banyak saja desainer yang merilis koleksi busana anak. Setelah Stella McCartney dan Jean Paul Gaultier, kini giliran Oscar de la Renta yang akan luncurkan brand pakaian anak mewah.

Desainer kelahiran Republik Dominika itu dikabarkan telah mempekerjakan Catherine Monteiro de Barros, desainer brand anak dari Portugis, Papo d’Anjo, untuk menjadi vice president lini anaknya tersebut. Menurut juru bicara perusahaan, rangkaian koleksi ini akan menarik bagi mereka "yang menyukai kualitas dalam gaya, tetapi juga ingin agar anak mereka tetap terlihat seperti anak-anak."

Seperti yang dikutip dari Styleit, akhir-akhir ini rangkaian busana anak mulai terlihat lebih dewasa dengan masuknya rumah mode besar seperti Lanvin, Fendi, Gucci dan Burberry yang ingin memperluas pasar mereka. Bahkan Chanel sempat menampilkan seorang anak berusia dua tahun pada peragaan busana musim panas 2011.

Koleksi busana anak De la Renta akan fokus pada anak perempuan dan laki-laki berusia 18 bulan hingga 14 tahun. Rencananya, beberapa koleksi anak tersebut akan dijual di department store Harrod's, Bergdorf Goodman dan butik De la Renta pada musim semi. Setelah di tiga tempat tersebut, baru kemudian akan dirilis seluruhnya pada musim dingin tahun depan.

Links :
http://www.wolipop.com/read/2011/12/15/153804/1792077/233/oscar-de-la-renta-akan-rilis-busana-anak-mewah

Kamis, 15 Desember 2011

Roberto Cavalli: Chanel Hanya untuk Nenek-nenek !!!

Ada yang menarik dari pernyataan yang dilontarkan oleh Roberto Cavalli. Desainer asal Italia tersebut mengatakan bahwa rumah mode Chanel hanya cocok dikenakan oleh nenek-nenek.

Cavalli baru saja membuka butik terbarunya di Jepang. Ia menyatakan bahwa dirinya lebih memilih area yang tenang seperti distrik Aoyama ketimbang daerah sibuk Ginza. Menurut Cavalli, para wanita dan pria muda akan pergi mengunjungi butiknya, sedangkan para nenek-nenek dan orang tua akan pergi ke butik Chanel di Ginza.

"Saya ingin (pembeli) datang untuk mencari saya. Mereka seharusnya tidak menemukan butik saya secara tak sengaja di Ginza. Saya pikir ini merupakan strategi yang bisa berhasil. Saya akan menunjukkan ini kepada yang merasa nyonya Chanel atau orang yang seperti itu. Intinya, Anda mendandani para nenek serta ibu, dan saya mendandani anak mereka," ujar Cavalli, seperti yang dikutip dari Contact Music.

"Walaupun saya sudah tua, sebagian orang tidak tahu hal itu. Saya membuat mode yang muda," tambah desainer yang kini berusia 71 tahun itu.

Cavalli sangat senang dengan butik pertamanya di Jepang. Saking senangnya, ia bahkan mempertimbangkan untuk membuka sebuah kafe atau restoran di Tokyo, sama seperti yang telah ia lakukan di Milan, Florence dan Dubai.

"Saya seperti anak muda Jepang, jadi saya ingin bersama mereka lebih sering," tutup Cavalli.

Links :
http://www.wolipop.com/read/2011/12/14/123426/1790961/233/roberto-cavalli-chanel-hanya-untuk-nenek-nenek

Minggu, 11 Desember 2011

Ini Dia Tas Hermes Termahal di Dunia


Tas Hermes benar-benar menjadi tas yang bernilai mahal. Belum lama ini, tas tersebut terjual seharga Rp 1,8 miliar dan sukses mencetak rekor tas Hermes termahal di dunia.

Salah satu tas Hermes yang berhasil mencetak rekor itu adalah model Birkin yang terbuat dari kulit buaya. Tas tersebut dikategorikan langka karena berwarna merah dan terbuat dari kulit buaya. Tas itu juga dilengkapi material keras, seperti kenop dan gembok yang terbuat dari emas dan berlian.

Dengan semua detail dan keunikannya tak heran tas Birkin tersebut dihargai sangat mahal. Dalam lelang di Heritage Auctions di Dallas, Texas yang diadakan pekan ini, tas tersebut ditawar oleh seseorang dengan harga US$ 203.150 atau sekitar Rp 1,8 miliar.

Si penawar menolak membeberkan identitasnya. Pastinya harga yang ia tawarkan jauh dari perkiraan pihak pelelang. Sebelumnya tas tersebut hanya diperkirakan laku terjual US$ 80 ribu.

Direktur Aksesoris Mewah di Heritage Auctions, Matt Rubinger mengatakan, tas Birkin itu memang lain dari yang lain. "Ini adalah contoh luar biasa dari handbag yang paling berbeda di dunia. Harga yang ditawarkan pun sangat berbeda, melebih ekspektasi tertinggi kami," katanya pada WWD.

Menurut Matt, tas tersebut awalnya dimiliki oleh seorang wanita kaya asal Florida. Si wanita membeli tas tersebut pada 2006 dan menganggapnya sebagai salah satu prestasi dari banyak koleksi Hermes yang dimilikinya. Kemudian Hermes menawarkan wanita tersebut tas sejenis hanya saja berwarna hitam. Tas Hermes berwarna merah itu akhirnya dijual.



Bukan hanya tas Birkin berwarna merah itu saja yang menjadi pusat perhatian dalam lelang tersebut. Sebuah tas Hermes berwarna biru yang juga terbuat dari kulit buaya dengan material keras terbuat dari palladium juga terjual dengan harga fantastis. Tas tersebut dihargai US$ 113.525 atau sekitar Rp 1 miliar.

Ada juga tas Birkin berwarna merah yang terbuat dari kulit buaya dengan material keras terbuat dari palladium terjual US$ 95.600. Tas lainnya yang sukses dilelang dengan harga US$ 80.663 adalah tas Birkin Himalayan.

Matt mengatakan, semua tas-tas yang dilelang di tempatnya awalnya dimiliki oleh para kolektor Hermes. Tas-tas tersebut jarang sekali dipakai. Kalaupun pernah, sang kolektor baru memakainya satu kali.

Menurut Matt, semua tas yang terlelang juga sangat eksklusif dan harganya akan semakin naik di masa mendatang. "Kalau Anda datang ke butik Hermes sekarang, tas-tas ini sudah tidak ada," katanya.

Selain tas Birkin berwarna merah tersebut, sebelumnya ada juga tas Hermes yang berhasil tercatat dalam daftar tas termahal di dunia. Tas tersebut adalah karya desainer Jepang dan dihiasi lebih dari 2.000 berlian. Harga tas itu adalah US$ 1,9 juta


 Links :
http://www.wolipop.com/read/2011/12/09/112923/1786878/233/ini-dia-tas-hermes-termahal-di-dunia

Kamis, 08 Desember 2011

H & M Akui Merekayasa Foto Model

PERITEL dari Swedia, H & M, mengakui bahwa bahkan model cantik tidak cukup sempurna untuk dihadirkan dalam situs web mereka. Apalagi kini, banyak yang mempertanyakan mengapa para model bisa memiliki postur serupa.

H & M telah mengakui menggunakan komputer untuk menghasilkan postur model di situs web mereka. Ini menunjukkan bahkan model lingerie pun dinilai tak memiliki tubuh yang sempurna sehingga H & M mendesain tubuh yang lebih baik sehingga dapat menampilkan pakaian secara sempurna. Tubuh itu secara digital nantinya akan dipasangkan dengan kepala sang model.

Seorang juru bicara dari H & M mengatakan mereka ingin memastikan konsumen agar lebih fokus adalah pada barang yang diperdagangkan, bukan modelnya. "Pesan utama kami yakni: Belilah busana kami, bukan model kami." Dengan kecanggihan teknologi photoshopping yang merambah ke industri fesyen, tak mengherankan bila model nantinya bisa tidak berguna sama sekali

Links :
http://www.metrotvnews.com/read/news/2011/12/07/74605/H-&-M-Akui-Merekayasa-Foto-Model/12

10 Label Fesyen Ternama di 2011

BING baru saja merilis daftar label fesyen paling top di 2011, hasilnya pun benar-benar mengejutkan. Yang melegakan, Kardashian Kollection tak masuk daftar ini. Terlebih, merek-merek popular seperti Levi`s dan Converse juga tidak masuk daftar!

Percaya atau tidak, label yang dinilai paling top yakni item yang dirancang desainer yang juga ternama. Memang sih kita tak mungkin membeli semua karya mereka yang terbilang mahal, tapi bukan berarti kita tak bisa menikmatinya. Berikut adalah daftar 10 label fesyen yang paling dicari tahun ini:

1. Gucci
2. Ralph Lauren
3. Y-3
4. Louis Vuitton
5. Chanel
5. Guess
7. J.Crew
8. Coco Chanel
9. John Galliano
10. Burberry

Daftar di atas memang cukup mengejutkan. Pasalnya, banyak yang berpikir Louis Vuitton akan lebih populer daripada Gucci. Sementara itu, J Crew mendapatkan posisi teratas mungkin disebabkan karyanya menjadi favorit Ibu Negara Michelle Obama. Belum lagi, John Galliano. Meski telah kehilangan pekerjaannya sebagai kepala desainer Dior, nyatanya karyanya masih tetap disukai. Jadi, apa merek favorit Anda

Links :
http://www.metrotvnews.com/read/news/2011/12/06/74434/10-Label-Fesyen-Ternama-di-2011/11

Senin, 05 Desember 2011

Karlie Kloss Raih Gelar "The Body"


Elle McPherson, model di era '80-an dan '90-an, selama ini dijuluki "The Body" lantaran tubuhnya yang semampai, kencang, dan berlekuk. Di usianya yang ke-47 pun, Elle masih memperlihatkan bentuk tubuh yang membuatnya sebagai salah satu supermodel papan atas. Namun, kini Elle harus bersiap meninggalkan gelar tersebut untuk model remaja yang bertubuh tak kalah elok, Karlie Klass.

Di usianya yang ke-19, Karlie baru saja dikontrak eksklusif sebagai salah satu "bidadari" untuk brand lingerie Victoria's Secret. Show Victoria's Secret yang terakhir ditonton sekitar 10,3 juta orang di Amerika, dan tentunya bergabungnya Karlie membuat namanya terus terangkat. Peluang untuk berbagai pekerjaan lain pun menanti.
Kini, majalah Vogue terbitan Italia menampilkan liputan Karlie dengan foto-foto hasil jepretan fotografer Steven Klein. Pada headline-nya, editor Vogue Franca Sozzani menuliskan "Body by Kloss". Dalam foto, terlihat Karlie berpose tanpa busana, dan hanya mengenakan topi Sombrero dan high heels.

Pada usia muda, Karlie memang telah mencatat banyak pencapaian. Lulus dari SMA-nya di St. Louis, Missouri, ia sudah menjadi model Prada dan Christian Dior. Model asal Chicago ini menempati peringkat keempat dalam daftar Top 50 Models versi situs Model.com, dimana peringkat pertama diduduki oleh Lara Stone. Tahun ini, kontrak Karlie untuk Dior diperpanjang.

Pujian untuk Karlie terus mengalir. Fotografer Steven Meisel mengatakan bahwa Karlie adalah model hingga ke ujung jarinya. Fotografer Perancis Patrick Demarchelier sangat menyukai emosinya saat di depan kamera. Cara berjalannya yang kuat bagaikan panther di atas runway juga amat dikenali.

Namun julukan The Body dari Vogue itulah yang makin menguatkan citra Karlie. Bahkan Gisele Bundchen pun tak pernah mendapatkan julukan ini sepanjang kariernya.

ACTION ---------.> Karlie Kloss


Video :
YOU TUBE
Links :
http://female.kompas.com/read/2011/12/04/11303410/Karlie.Kloss.Raih.Gelar.The.Body.