Tampilkan postingan dengan label London Fashion Week. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label London Fashion Week. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 November 2011

Stella McCartney Akan Tampil di London Fashion Week 2012


Untuk pertama kalinya, perancang Inggris Stella McCartney akan menampilkan koleksinya di event London Fashion Week (LFW) di Somerset House, London, 18 Februari 2012 nanti. Namun, sesi di LFW ini hanya merupakan presentasi biasa, sedangkan koleksi utamanya (Autumn/Winter 2012/2012) akan diperagakan di event Paris Fashion Week pada 5 Maret 2012.
Langkah Stella untuk tampil di LFW, pertama kalinya selama 16 tahun ini, diprediksi akan mendongkrak keuntungan event ini. Pada tahun-tahun sebelumnya, tampilnya para desainer dalam pekan mode yang lebih besar seperti New York, Milan, atau Paris, akan menentukan kelangsungan hidup sang desainer secara komersial. Nah, meningkatnya profil event di London dengan kehadiran putri pemusik Paul McCartney itu tentu akan menyetarakannya dalam pasar mode.

Tahun depan akan menjadi tahun yang sibuk bagi Stella. Sebagai direktur kreatif Adidas Team GB, perempuan 40 tahun ini juga menyiapkan kostum tim Olimpiade London yang akan berlangsung pada 27 Juli 2012. Pada 26 Januari hingga 14 Februari, selain menggelar presentasi khusus di LFW (seperti telah disebut tadi), Stella juga akan mengadakan pameran World of Stella di Selfridges. Pada event ini juga akan diluncurkan wewangian baru.
Yang juga menunggu giliran tahun depan adalah pembukaan toko kedua Stella McCartney di Brompton Cross, London. Toko ini menampilkan pintu berdampingan yang akan membawa pengunjung pada area childrenswear pertama yang berdiri sendiri.
Stella dikenal sebagai perancang favorit selebriti. Salah satu koleksinya, Octavia dress, sukses meraih perhatian ketika dikenakan oleh aktris Kate Winslet belum lama ini. Gaun tersebut dirancang untuk memberikan ilusi bentuk tubuh perempuan yang lebih ramping berlekuk. Dengan gaun ini, Kate yang bertubuh sintal jadi terlihat lebih langsing. Penggemar Stella lainnya adalah Gwyneth Paltrow, yang juga kerap terlihat mengenakan rancangannya.


Source : Wolipop

Senin, 26 September 2011

Ini Dia Tren Fesyen 2012 ala London

Setelah membahas tren 2012 versi kota New York, kini Anda bisa beralih ke Eropa, tepatnya Inggris untuk melihat tren baru versi desainer kota ini.

Warna dan print etnik cerah menangkap seluruh perhatian Anda. Lantas, seperti apa tren fesyen 2012 ala London yang banyak digemari fashionista:

Burberry Prorsum

'Joyous, upbeat, nostalgic" itulah ketiga kata yang digunakan Christopher Bailey untuk menggambarkan koleksi terbaru Burberry. Jika sebagian dari koleksi ini sudah kalian lihat dari Twitpic, live streaming fashion show atau Facebook, pasti setuju dengan statement itu.

Koleksi dengan print etnik yang seru, pemilihan warna cerah, dan siluet yang relaxed akan dipastikan banyak menjadi pilihan para fashionista muda pada acara premier di karpet merah.

Christopher Kane

Ingat geng perempuan populer pada jaman sekolah dulu? Mereka selalu terlihat mengenakan pakaian terkini, rambut dan tata rias yang selalu flawless.

Itulah inspirasi dari koleksi Christopher Kane terbaru. Sweater vest yang preppy dipadukan dengan rok motif bunga, sack dress dengan potongan klasik, hingga paduan jaket dan jeans untuk saat santai.
Material seperti Lurex yarn, brokat, dan alumunium organza memberikan efek glowing pada koleksi ini.

Giles Deacon

Ada Black Swan dan White Swan, kini Giles Deacon menawarkan futuristik swan warna silver. Mengikuti tren metalik yang tengah “in” dan paduan print gambar angsa mendominasi koleksi Giles musim ini.

Paduan setelan silver mengkilap, atasan laser cut berbentuk embroidery bunga dan rok satin gambar angsa memberikan kombinasi yang menyegarkan.
Sedangkan gaun malam yang dibuat Giles sarat akan drama, dengan aksesori bulu, material yang transparan hingga topi yang menyerupai sayap angsa.

Jenny Peckham

Tiba-tiba nama Jenny Peckham langsung melonjak setelah Katherine Middleton memakai salah satu gaunnya pada acara di Hollywood.
Tampilan gaun malam terlihat lebih seksi musim ini dengan potongan dan belahan rendah. Tapi ini semua diberi sentuhan lace atau detail sequins warna pastel hingga tampilan terlihat tetap anggun.

Matthew Williamson
Semangat liburan tertangkap saat melihat keseluruhan koleksi Matthew Williamson. Gaun siluet bohemian seperti kaftan dengan print etnik, celana pendek, kaos tunic dan maxi dresses menjadi 'jualan' utama.

Bagaimana mentransformasi tampilan liburan ala Matthew untuk ke kantor? Cukup tambahkan blazer atau jaket warna gelap, dan jangan ketinggalan heels andalan. [INILAH.COM)

Minggu, 25 September 2011

Inilah Busana Teraneh di London Fashion Week

Pekan mode London baru saja berakhir, namun para fashionista sangat terkesan dengan karya pada desainer Inggris yang terkenal nyentrik dan avant-garde.

Seperti dikutip Dailymail, berikut beberapa koleksi di London Fashion Week yang banyak mengundang protes :
Gaya kutu buku
Desainer Kinder Aggugini mengakui dirinya tak pernah lepas dari pengaruh gaya rock-chic. Namun untuk koleksinya kali ini, ia terpengaruh dengan gaya kutu buku.
Konsep tersebut diwujudkan menjadi hiasan kepala berbentuk buku. Cukup menarik perhatian bagi Anda yang ingin pergi ke perkumpulan pecinta buku.
Serba denim
Denim dikenakan sebagai celana dan atasan masih wajar. Namun jika dipaksakan seperti koleksi Fashion East; dari atas sampai bawah, terlebih dengan aksen serba sobek dan tak beraturan akan menjadikan tampilan seperti habis berkelahi dan dilecehkan.
Jangan terjebak dengan tampilan yang hanya mengusung statement saja. Sesuaikan dengan situasi dan kondisi.
Sepatu berbunga
Sepatu dengan aplikasi korsase bunga atau print bunga sudah banyak. Namun yang terjadi dengan koleksi Ashish adalah bunga asli disematkan ke dalam sepatu boots dan membiarkannya terekspos. Hal ini menurut sang desainer Ashish Gupta menjadi unsur humor yang baik dalam sebuah koleksi.
Terekspos bebas
Desainer Danielle Schutt menjelaskan bahwa koleksinya selalu ditujukan bagi wanita kuat dan feminin. Namun ia sedikit berlebihan saat menerjemahkan makna 'feminin' kali ini dengan menciptakan jumpsuit yang tali pundaknya hanya menutup bagian puting dada saja.
Nuansa badut
Duo desainer Edward Meadham dan Benjamin Kirchhoff menjelaskan konsep mereka adalah desain feminin yang bernuansa kuno. Namun entah mengapa gaya yang tampil justru ala badut dengan aplikasi motif hati merah. Busana ini cocok bagi Anda yang ingin bergabung dengan rombongan sirkus.
Sandal kamar mandi
Inspirasi bisa datang dari mana saja, termasuk saat Anda sedang mandi. Hal ini terjadi pada lini Fashion Fringe yang digagas oleh Colin McDowell. Dengan semangat eksperimental dan imajinatif, tidaklah heran sandal kamar mandi bisa naik kelas ke panggung catwalk.
'Edisi' brokat
Dalam peragaan Temperley, kain lace dimaksimalkan oleh desainer Alice Temperley. Tak heran gaun panjang ala daster longgar dari bahan lace ditampilkan sebagai perwujudan eksperimen gaya. Hasilnya?
Mungkin Anda terlihat sensual, namun dengan siluet longgar malah menjadi compang-camping.
(Inilah.com)

Kamis, 22 September 2011

Memahami Fashion Inggris di London Fashion Week




Setelah New York Fashion Week berlalu, kini giliran London menjadi host untuk menyelenggarakan pekan mode dunia. London Fashion Week (LFW), yang berlangsung mulai 16-21 September 2011, akan menampilkan nama-nama terkenal yang mendefinisikan bagaimana industri fashion internasional menanggapi fashion Inggris.
Desainer yang akan tampil kembali kali ini antara lain Christopher Kane, Erdem, Burberry, Jonathan Saunders, Richard Nicoll, dan Roksanda Ilincic. Ada pula label-label seperti Osman, Aquascutum, Mark Fast, dan Todd Lynn, serta beberapa label lain yang sangat kental budaya Inggrisnya, yaitu House of Holland, TOPSHOP Unique, Fashion EAST, dan MAN.
Dibuka pada Jumat (16/9/2011) lalu di St. Martins Lane Hotel, LFW menampilkan koleksi Spring/Summer 2012 dari para perancang dan label Inggris seperti Jena Theo (dirancang oleh Jenny Holmes dan Dimitris Theocharidis), desainer berdarah Turki Bora Aksu, Caroline Charles, Maria Grachvogel, serta desainer asal Kanada Jean-Pierre Braganza, dan desainer asal Selandia Baru, Emilia Wickstead.
Emilia Wickstead memamerkan siluet yang mengembang pada gaun-gaunnya, dan melengkapi kembali celana panjang yang menjadi ciri khasnya. Pants dilengkapi dengan saku dan keliman untuk memberi siluet yang ringkas, tapi ditampilkan lebih segar dengan gaya palazzo (lebar) maupun skinny. Namun desainer favorit istri Perdana Menteri Inggris Samantha Cameron ini juga memberikan aksen yang lebih rumit, seperti bagian bawah celana yang terpisah, dan celana baggy yang ngatung.
Gaun-gaunnya memiliki detail yang "bersahabat" untuk kaum perempuan. Misalnya, karena siluet busananya yang mengembang bisa membuat tubuh pemakainya jadi tak berbentuk, ia menambahkan ikat pinggang dari sutera pada rancangannya. Ikat pinggang ini memang dikenakan secara longgar di atas catwalk, namun dapat dibuat lebih erat agar siluet tubuh lebih terlihat.
Bora Aksu mengombinasikan gaya sixties dengan gaya gothic yang dipopulerkan melalui film-film seperti The Twilight Saga dan serial Downtown Abbey. Sedangkan gaun-gaun babydoll ditampilkan oleh Jenna Theo, namun dengan sapuan eyeliner yang dramatis, bulu mata palsu, dan blusher yang tebal.

Koleksi yang menarik juga ditampilkan oleh Corrie Nielsen. Perancang asal Florida, Amerika, ini terinspirasi gaya Jepang dalam show East Meets West-nya. Meskipun demikian, ia tetap menyuguhkan ciri khasnya: pakaian sehari-hari yang memiliki sentuhan maskulin. Rancangannya ditujukan bagi kaum perempuan yang memiliki gaya yang kuat, namun merasa nyaman dan percaya diri dengan identitasnya.(Source's)

Rabu, 21 September 2011

Batik Cirebon Eksis di London Fashion Week


Pekan mode London baru saja dimulai Jumat(16/09/11) lalu. Hingga saat ini, sudah puluhan desainer yang memeragakan karyanya, baik yang terkenal maupun baru. Namun ada hal menarik yang terjadi dari pekan mode musim ini.

Peragaan busana wanita periode Spring/Summer 2012 di London kali ini cukup menyita perhatian, khususnya bagi mereka yang mengenali budaya Indonesia. Ada dua desainer yang terpikat oleh budaya Indonesia, yakni Julien McDonald dan Peter Pilotto.

Desainer Julien McDonald, mengakui inspirasi berkaryanya datang dari teknologi kapal pesiar di Monte Carlo yang disilangkan dengan gaya origami dan print tato khas Jepang, seperti yang dikutip dari style.com. Namun banyak yang menilai sebenarnya bukan tato Jepang yang ia tampilkan dalam beberapa gaun, melainkan batik Mega Mendung khas Cirebon.

Bagi orang awam, mungkin print awan warna biru yang ia tampilkan terlihat seperti lukisan khas Jepang, namun tidak diragukan lagi bahwa print tersebut adalah motif batik Mega Mendung khas Cirebon. Dalam koleksinya, motif batik Cirebon ini dibentuk menjadi 4 item yakni; gaun halter model bias-cut, setelan suit, rompi, hingga dress putih aplikasi geometris.

Para kritikus mode juga menilai koleksinya kali ini kurang kreatif, karena hampir seluruh koleksi gaun ala techno di awal peragaan mirip seperti Balenciaga dan gaun panjang di akhir peragaan terlihat seperti meniru koleksi couture Givenchy beberapa musim lalu bertemakan sama, yakni Jepang.

Berbeda dengan desainer Peter Pilotto yang baru-baru ini menyelesaikan travelling di Indonesia, ia mengakui banyak terinspirasi keindahan alam Indonesia dan menuangkannya dalam koleksi terbarunya. Dibantu oleh rekannya, Christopher De Vos, mereka memaksimalkan print tropis dan ilusi optik khas baju penyelam.
(Wolipop.com)