Tampilkan postingan dengan label Liputan Khusus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liputan Khusus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Mei 2011

Liputan Khusus Miss Indonesia 2011 : Nurul Chintya Irada Raih 'Privilege' Tertinggi

JIKA dilihat sekilas, mungkin masa karantina penuh dengan kesan sulit. Padahal, kenyataannya tidaklah demikian. Justru di tengah masa isolasi yang dilewati peserta, taburan hadiah pun membanjiri.

Kenyamanan dan ketekunan tentu akan membuahkan hasil. Hal itu tidak hanya berlaku untuk sebuah aktivitas khusus, tapi secara keseluruhan termasuk agenda dalam masa karantina. Dalam sesi ini, para peserta memang menjalani masa keterbatasan sementara waktu. Namun di balik itu, nyatanya banyak hal bermanfaat yang bisa diserap sebagai pengalaman. Bahkan kesulitan yang dilewati pun membuahkan bonus yang membahagiakan, yakni bisa telepon keluarga tercinta.

Bagi para finalis, acara telepon menjadi barang mahal. Maklumlah di tengah masa karantina, handphone menjadi item yang masuk barang sitaan. Alhasil, menjalani beberapa hari tanpa berkomunikasi dengan siapapun menjadi hal yang tak mudah. Tak heran, ketika “privilege” telepon menghampiri, rasa senang pun tak sanggup ditutupi.

"Kami memang menghadiahi finalis dengan beberapa ‘privilege’ telepon. Keistimewaan tersebut didapat bagi mereka yang menang saat sesi sport competition, talent show dan performance saat konferensi pers. Selain itu, bagi mereka yang menang dalam sesi best dressed juga akan mendapatkan tambahan waktu telepon," ujar Ritchie selaku Leader of Chaperon pada okezone yang menemuinya di sela-sela perjalanan dari eX Plaza Indonesia ke Apartemen Belezza Permata Hijau Jakarta, Senin (30/5/2011).

Dilanjutkan Ritchie, bonus waktu telepon juga didasarkan pada penilaian atas sikap inisiatif dan rasa kesadaran sosial untuk saling membantu dengan sesama finalis lainnya.

"Kami menilai dari segala sudut, misalnya saja mereka yang inisiatif membantu temannya mencatok rambut, make up, menolong temannya yang sakit hingga meminjamkan baju untuk temannya," sambungnya.

Selain itu, Ritchie kembali memaparkan bahwa penilaian pun juga berlaku untuk kategori Best Smile dan Best Performance Sitting.

"Untuk ‘Best Dressed’ saat tampilan smart casual pada sesi pembekalan public speaking dengan Arief Soeditomo pada Minggu (29/5) lalu, diraih oleh Ketua Kelas, yakni finalis asal Riau, Nurul Chintya Irada. Sementara untuk ‘Best Smile’ diraih finalis asal Jabar dan ‘Best Performance Sitting’ diraih oleh Sulawesi Utara. Terkait dengan total akumulasi penilaian, saat ini yang meraih total privilege tertinggi adalah finalis asal Riau, di mana memiliki waktu telepon sebanyak 45 menit," tutupnya.


(Sc : Oke Zone) 

Liputan Khusus Miss Indonesia 2011 : Latihan Koreografi, Finalis Miss Indonesia Makin Kompak



MEMASUKI pertemuan ketiga latihan koreografi, para finalis tampak kompak dan menunjukkan perkembangan yang cukup membanggakan. Intip liputannya berikut.

Latihan koreografi bisa dibilang susah-susah gampang. Jika tak memiliki konsentrasi dan daya tangkap yang mumpuni, orang yang bersangkutan akan merasa sulit untuk menangkap gerakan yang diajarkan para pelatih.

Namun pemandangan tersebut tak terlihat dalam latihan koreografi yang dilakukan para finalis Miss Indonesia 2011. Justru pemandangan tersebut tidak ditemukan dengan antusias serta semangat tinggi yang ditunjukkan para finalis Miss Indonesia 2011.

Di hari ketujuh masa karantina, Senin (30/5), para finalis dengan serius menjalani serangkaian latihan koreografi untuk opening malam final bersama koreografer Panca Makmun. Meski tanpa dihadiri finalis dari Jawa Timur, yakni Astrid Ellena Indriana Yunadi serta finalis asal Sulawesi Selatan, Gadis Chairunnisa lantaran sedang mengalami gangguan kesehatan, 31 finalis yang hadir di ruang Albergo, Apartemen Belezza, Permata Hijau, Jakarta tetap semangat menjalani sesi latihan tersebut.

Sekira pukul 15.00 WIB, selepas jumpa pers di Hard Rock Cafe, eX Plaza Indonesia, para finalis tersebut langsung memasuki ruangan dan segera menjalani latihan koreografi yang dikomandani Panca.

Dalam pantauan okezone, tak tampak gurat lelah yang ditunjukkan para peserta. Secara keseluruhan, paras ayu mereka sumringah dan hamparan senyum manis selalu menebar. Bahkan, mereka pun tak hanya semangat mengikuti latihan tapi juga tampil dengan sangat kompak.

"Saya cukup kaget karena ternyata di latihan ketiga ini mereka cepat sekali menangkap gerakan dengan sempurna. Dari pengalaman saya menangani Miss Indonesia selama empat kali, biasanya mereka baru menguasai di latihan keempat, dan seterusnya. Sementara tahun ini, para finalis tampak sempurna secara gerakan dan blocking di latihan ketiga. Ini adalah yang tercepat dan tak banyak mengulang-ulang," kata Panca kepada okezone yang menemuinya seusai latihan koreografi di ruang Albergo Apartemen Belezza, Senin (30/5/2011). 

Lebih lanjut Panca menuturkan, finalis tahun ini terbilang paling kompak. "Tidak ada kesulitan yang saya temui saat mengajarkan koreografi pada mereka. Apalagi sebagian besar banyak yang berprofesi sebagai model, jadi mereka sudah terbiasa untuk blocking dan sudah terbiasa jalan. Jadi tidak ada kesulitan berarti pada mereka," sambungnya.

Agar para finalis lebih kompak, Panca pun memberikan tip untuk mereka. "Pertama, mereka perlu mengikuti irama lagu sehingga dapat mengikuti ketuk hitungan sesuai dengan lagu yang mengalun. Kedua, finalis harus menghafal posisi berdiri mereka, blocking dan posisi teman yagn berada di samping, depan dan belakang mereka kemduian menghafal gerakan selanjutnya sesuai dengan hitungan. Ketiga, finalis perlu menghapal blocking, darimana mereka muncul, urutan jalannya sipaa saja dan posisi berdirinya akan seperti apa," tutupnya.

(Sc : OkeZOne) 

Liputan Khusus Miss Indonesia 2011 : Liliana Tanoesoedibjo Harap Miss World Digelar di Bali

PERHELATAN Miss World yang berkelas internasional tentu akan membuahkan kebanggaan ketika Indonesia bisa menjadi tuan rumah di kemudian hari. Itulah impian Founder Miss Indonesia, Liliana Tanoesoedibjo.

Kontes kecantikan berkelas dunia, Miss World memang menjadi ajang bergengsi. Apalagi, pentas yang diselenggarakan tersebut melibatkan 120 negara dari berbagai belahan dunia. Tentu ajang ini tak sekadar menjadi suguhan apik yang memanjakan mata, tapi juga melahirkan kebanggaan ketika suatu saat Indonesia bukan hanya menjadi peserta, tapi juga tuan rumah dari penyelenggaraan acara tersebut.

"Saya berharap kelak Indonesia bisa menjadi tuan rumah dari pentas Miss World," harap Liliana Tanoesoedibjo kepada okezone usai konferensi pers di Hard Rock Cafe, eX Plaza Indonesia, Jakarta, Senin (30/5/2011).

Untuk mewujudkan hal tersebut, Liliana pun mengupayakan berbagai hal sebagai persiapan dini. Rencananya 4 Juni mendatang, Liliana beserta Miss Indonesia 2011 terpilih serta Miss World 2010, Alexandria Mills bersama Chairman of the Miss World Organization and International President of Variety, The Children's Charity, Julia Morley akan terbang ke Bali. Di pulau Dewata tersebut, Liliana dan rombongan akan melakukan mediasi dengan pihak Gubernur.

"Ini adalah salah satu langkah untuk mendukung rencana tersebut. Memang masih sangat dini sekali, tapi setidaknya langkah ini menjadi pengawal dari rencana besar tersebut. Saat pertemuan dengan Bapak Gubernur, kami akan membicarakan tentang rencana ke depan jika Bali menjadi lokasi penyelenggaraan Miss World," tambahnya.

Selain melakukan mediasi dengan gubernur, segala persiapan pun mulai digarap sejak dini. Sebagai ajang internasional, Liliana ingin semua aspek yang terkait saling menunjang satu sama lain.

"Kami akan mendukung secara penuh, khususnya RCTI selaku penyelenggara. Selain itu, kami akan memersiapkan media, acara, serta dukungan pemerintah," sambungnya.

Diungkapkan Liliana, persiapan yang maksimal memang menjadi poin utama. "Bagi warga asing, sisi keamanan dan kenyamanan menjadi faktor krusial sehingga kami perlu mendukung langsung hal ini. Dengan terpenuhinya faktor tersebut, mereka pun akan merasa betah di Indonesia. Bayangkan saja, ketika 120 negara hadir di Indonesia, tentu ini akan menjadi kebanggaan sekaligus mendatangkan devisa bagi negara," tutupnya.
(Sc : OkeZone) 

Liputan khusus : Ajang Miss Indonesia 2011 Lahirkan Kategori Miss Online

SELAIN memperebutkan mahkota Miss Indonesia 2011, serangkaian kategori menarik pun dapat diperebutkan peserta. Apa sajakah label bergengsi tersebut?

Ajang Miss Indonesia tak hanya mencari talent cantik dan berbakat untuk meraih mahkota Miss Indonesia 2011, tapi juga memperebutkan beberapa label bergengsi lainnya yang didukung pihak sponsor. Jika berhasil meraihnya, bukan hanya tawaran materi yang akan diraih, tapi juga karier menjanjikan sebagai duta dari sponsor yang terpilih.

Seperti perhelatan Miss Indonesia kali ini di mana berbagai kategori siap menjaring finalis terpilih untuk mengisi label tersebut. Liliana Tanoesoedibjo selaku Founder dan Ketua Tim Dewan Juri Miss Indonesia mengatakan, tahun ini ada beberapa kategori yang ditawarkan.

"Kami menyuguhkan beberapa kategori untuk tahun ini, di antara Miss Kulit Cantik, Miss Tubuh Terindah, Miss Favorit, Miss Persahabatan, Miss Sporty, serta yang terbaru ada Miss Online dan Miss Lifestyle," tuturnya dalam sesi konferensi pers yang digelar di Hard Rock Kafe, eX Plaza Indonesia, Jakarta, Senin (30/5/2011).

Miss Online merupakan gelar persembahan media online okezone.com dan diberikan untuk mereka dengan perolehan voting tertinggi yang di-download lewat situs www.missindonesia.co.id.

Sementara itu, untuk kategori Miss Lifestyle yang dipersembahkan MNC Life berlaku untuk mereka yang dinilai dapat mensosialisasikan asuransi dan mengetahui tentang perencanaan keuangan.

"Selain bisa mensosialisasikan asuransi, kriteria Miss Lifestyle yakni memiliki wawasan sosial, ekonomi, dan budaya. Tak hanya itu, terkait dengan asuransi ini di mana produk kami juga menyediakan untuk perencanaan keuangan masa depan, maka sosok terpilih pun perlu mengetahui sejauhmana dia tahu tentang perencanaan keuangan serta dapat menyampaikan informasi tentang pentingnya asuransi jiwa bagi dirinya sendiri dan masyarkat luas," jelas Errin Magda selaku Head of Marketing MNC Life pada okezone baru-baru ini.
 
(Sc : Oke Zone) 

Liputan Khusus Miss Indonesia 2011 : Pembekalan Finalis Miss Indonesia 2011 Lebih Padat

GUNA meningkatkan kualitas Miss Indonesia terpilih untuk menjadi duta di ajang Miss World 2011, sederet pembekalan pun menjadi menu wajib para finalis. Apa sajakah pembekalan tersebut?

Masa karantina akan dijalani para finalis sekira 12 hari. Dalam momen tersebut, para finalis mendapatkan ragam pembekalan yang bakal memperkaya wawasan serta keterampilan mereka saat malam final nanti.

Sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, materi pembekalan karantina Miss Indonesia 2011 jauh lebih kaya, variatif, dan lebih padat.

Hal itu pun diakui Dada Soenardhi, Produser Miss Indonesia. "Tahun ini, waktu penyelenggaraan karantina jauh lebih padat. Jika biasanya 2 minggu, saat ini waktunya jauh lebih padat, yakni sekira 12 hari," ujarnya.

Menurutnya, tahun ini pembekalan “public speaking” lebih berwarna, yakni diisi oleh Arief Soeditomo, Tommy Sawira dari Star Harvest Academy, serta pembicara dari London School of Public Relations. Tak hanya itu, Tantowi Yahya pun turut memberikan ‘sharing’ kepada para finalis seputar persiapan untuk malam puncak nanti.

Selain pembekalan tersebut, sebanyak 33 finalis pun mendapatkan materi koreografi dari Panca Makmun, serta pembekalan umum dari Kementerian PP dan PA, serta pembelajaran dengan aktivitas kunjungan ke kantor Gubernur DKI Jakarta dan pabrik Sariayu.

"Tahun ini memang pembekalan jauh lebih padat. Apalagi kontes kecantikan ini tidak lepas dari sesi catwalk, sehingga latihan tersebut pun agak diperbanyak. Dalam karantina ini, ada sekira 7 kali latihan koreografi yang dijalani para finalis. Harapannya, peserta dapat lebih maksimal saat di malam final nanti ataupun bagi pemenang yang nantinya melaju ke ajang Miss World," tutupnya.

(Sc : OkeZOne)

Selasa, 24 Mei 2011

Pembekalan Hari Pertama Miss Indonesia

Photos  : Pembekalan Hari Pertama Miss Indonesia 2011 









 Photos : Miss Indonesia Website

Afina Dewi Terbaik Bikin Yel-yel di Ajang Miss Indonesia


AJANG pemilihan Miss Indonesia 2011 memang baru dimulai,  namun Afina Dewi Maraya sudah berhasil mencuri perhatian. Kontestan asal Kalimantan Timur ini ditasbihkan menjadi yang terbaik dalam pembuatan yel-yel.

Masa karantina Miss Indonesia 2011 hari pertama terus berlanjut. Sejak kedatangan mereka pagi tadi, serangkaian kegiatan menjadi agenda wajib yang harus diikuti semua finalis. Sore ini, selain melewatkan sesi istirahat sejenak dan menikmati hidangan ringan, para finalis kembali mengikuti briefing bersama para chaperon. Dalam sesi ini, sebanyak finalis diberi pembekalan dasar seputar bagaimana mereka harus bertutur saat menjawab pertanyaan, cara berdiri, serta cara berpose saat berfoto bersama.
Salah satu agenda yang menarik lainnya, yakni di mana peserta ditantang untuk beradu yel-yel. Di sini, chaperon membagi dalam tiga kelompok dan para peserta yang ditunjuk ditantang untuk membuat yel-yel. Dengan segala kreasi, para peserta pun membuat tampilan yel-yel kreasi mereka. Dalam sesi ini mereka tampak antusias menampilkan hasil kreasi mereka. Akhirnya, yel-yel ciptaan kontestan Kalimantan Timur, Afina Dewi Maraya berhasil mendapat penilaian terbaik dan menjadi maskot yel-yel semua peserta untuk menyuntikkan semangat.

Selepas pengesahan yel-yel yang telah disepakati, acara diakhiri dengan sesi pembagian kamar dan pemilihan ketua kelas. Chaperon sempat menunjuk tiga kandidat sebagai ketua kelas, yakni kontestan asal Jambi dan Papua. Dan melalui proses voting yang diberikan kepada para finalis, akhirnya pilihan ketua kelas jatuh kepada Nurul Chyntia Irada, kontestan dari Kepulauan Riau.

Sc : OkeZone 

Pesan Penting Liliana Tanoesoedibjo pada Finalis Miss Indonesia


SEBANYAK 33 finalis Miss Indonesia 2011 mendapat kejutan selepas melakukan registrasi dan medical check up. Apa bentuk “surprise” tersebut?
Selepas makan siang dan sejenak melakukan interviu dengan MNC Life, sebanyak 33 finalis Miss Indonesia 2011 memasuki sesi selanjutnya dalam ajang karantina. Hari ini sekira pukul 14.00 WIB, para finalis yang berada di ruang Albergo, apartemen Belezza, Permata Hijau, Jakarta, merasakan “surprise” luar biasa. Selain bangga karena terpilih menjadi finalis dari ajang bergengsi Miss Indonesia, mereka patut berbangga karena disambut langsung oleh Founder Miss Indonesia Liliana Tanoesoedibjo serta Miss Indonesia 2010 Asyifa Latief.

Dalam kesempatan tersebut, Liliana sempat memberikan pembekalan singkat kepada para finalis. "Jangan mengejar berkat, tapi biar berkat yang mengejar kita," tuturnya memberi petuah.

Meski terbilang singkat dan sederhana, namun kalimat Liliana sangatlah bermakna dalam. Intinya, dalam menjalani masa karantina, para peserta diharapkan dapat fokus dan melakukan yang terbaik dalam ajang ini.

"Kalau kita sudah melakukan yang terbaik tanpa perlu bersusah payah, berkat itu akan menghampiri dengan sendirinya," sambung wanita cantik ini.

Sementara itu, Asyifa yang turut hadir dalam penyambutan memberikan sedikit pengalamannya pada 33 finalis. Asyifa yang akan melepas mahkota Miss Indonesia pada 3 Juni mendatang memberikan masukan pada para finalis untuk melakukan yang terbaik.

"Apapun kegiatannya, kita harus 'do the best'. Jadi, manfaatkan waktu sebaik mungkin dan menyerap semua pembekalan yang diberikan selama masa karantina serta jalinlah komunikasi yang baik dengan siapapun," tutup Asyifa

Sc : OkeZone 

LIputan Khusus Miss Indonesia 2011 : Kontestan Miss Indonesia 2011 Siap Unjuk Bakat Terbaik

RESMI teregistrasi menjadi finalis Miss Indonesia 2011 membuat kebanggaan yang luar biasa bagi 33 kontestan. Lantas, apa saja yang mereka siapkan untuk memenangkan kompetisi di ajang bergengsi ini?

Gaung Miss Indonesia 2011 memang sudah membahana sejak proses audisi digelar beberapa bulan lalu. Usai pencarian di 6 titik kota besar di Indonesia, yakni Yogyakarta, Denpasar, Surabaya, Bandung, Makassar dan Jakarta, akhirnya perjalanan tersebut pun membuahkan hasil. Dari ribuan peserta audisi, akhirnya terjaring 33 wanita cantik yang siap menjalani masa karantina selama 12 hari, yakni mulai dari 24 Mei-4 Juni 2011. Segala persiapan untuk memenuhi kebutuhan selama karantina pun dipersiapkan secara matang demi kelancaran mereka saat unjuk prestasi. Lalu, bagaimana haru biru mereka berhasil lolos sebagai finalis dan persiapan apa saja yang akan mereka tunjukkan untuk mencuri perhatian juri?

Nadia Siddiqa, finalis asal Banten ini sangat “surprise” dengan kesempatan yang diterimanya tersebut. Dia mengatakan akan berusaha semaksimal mungkin untuk membawa nama baik daerah yang diwakilinya.

"Saat sesi ‘talent show’, saya akan unjuk gigi dengan menyanyikan lagu dari Destiny's Child," kata Nadia ditemui okezone di sela-sela agenda karantina Miss Indonesia di apartemen Belezza, Permata Hijau, Jakarta, Selasa (24/5/2011).

Senada dengan Nadia, finalis lain dari Jawa Timur-2, Astrid Ellena pun mengamini hal tersebut. Mahasiswi semester 6 di Pelita Harapan ini memersiapkan betul amunisi untuk melewati karantina.

"Saya banyak membaca, menonton, ‘browsing’ untuk memperbaharui informasi tentang apapun. Dalam ‘talent show’, saya akan membawakan salah satu tari tradisional dari Banyuwangi," sebutnya.

Tak berbeda jauh, Lidia Stephanie, kontestan asal Sulawesi Utara ini pun mengutarakan bakal mempersembahkan yang terbaik bagi daerahnya. Dia mengakui sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan emas ini. "Ini adalah anugerah Tuhan," ungkapnya bersyukur.

Untuk menggaet perhatian dewan juri, gadis cantik ini bakal mempersembahkan sebuah lagu hasil ciptaannya sendiri diiringi dentingan piano yang melantun dari jemari lentik mahasiswi berusia 18 tahun

Sc ; OkeZone